Sabtu, 14 Juli 2012

Sayuran berbentuk panjang ini biasa kita jumpai pada panganan khas Indonesia berupa Urab, Gado-gado, Oseng kacang panjang hingga Lalapan. Selain enak untuk di makan, makanan ini juga dipercaya dapat menyembuhkan kencing manis, rematik, arthritis, dan gangguan saluran kemih.

Kacang panjang atau vigna sinensis, mudah ditemukan di ladang, di kebun, pekarangan rumah, di sawah atau sebagai selingan tanaman palawija lainnya. Perawatannya yang gampang, menjadikan tumbuhan yang satu ini mudah ditanam. Pada kacang panjang yang masih muda bila dimakan terasa renyah dan enak dilalap mentah.
rrrrr jadi ngiler

Secara umum kacang panjang dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
  1. Kacang lanjaran yang bersifat membelit
  2. Kacang panjang bukan lanjaran dan tidak membelit.

Yang dimaksud lanjaran adalah tiang yang dibuat dari Bambu atau kayu untuk tempat tanaman membelit.

Cara menanam Kacang panjang
# Pemilihan Benih
Kacang panjang dikembangkan dengan biji. Benih yang kita gunakan ada baiknya yang sudah matang dari pohon, setelah itu kita jemur dibawah sinar matahari hingga kering, dikupas dan dijemur lagi. biji kacang panjang yang seperti ini bisa langsung kita tanam tanpa melalui proses penyemaian terlebih dahulu.

jika hasil dari cara diatas dirasa kurang memuaskan, kita bisa membeli benih kacang panjang "pilihan" yang banyak dijual dipasar/penjual tanaman.

Ciri-ciri benih kacang panjang yang baik :
  1. Biji memiliki daya tumbuh yang tinggi (lebih besar dari 80 persen)
  2. Murni, tidak tercampur dengan biji-biji lain yang tidak jelas dari varietas lain.Sehat, bernas dan cukup tua.
  3. berproduksi tinggi serta bebas (atau minimal tahan) dari hama penyakit.

# Pengolahan Tanah
  • Tanah diolah dengan cangkul, bajak, atau mesin sedalam +/- 30 cm.
  • Biarkan tanah terbuka selama kurang lebih 4 harii untuk memberi kesempatan tanah bernapas.
  • Buatlah dengan ukuran panjang 8-10 meter, lebar 1-3 meter, dan tingi 20-30 cm. Atau sesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Bedengan sebaiknya dibuat membujur ke arah utara dan selatan.

Yang dimaksud bedengan itu seperti ini :



Gambar : alfalfa-indonesia.com


# Penanaman
  • Penanaman kacang panjang bisa dilakukan pada akhir musim hujan, tujuannya
  • Agar tanaman mudah mendapatkan air
  • Tanaman tidak busuk karena terkena curah hujan yang banyak

Bibit juga bisa ditanam pada musim kemarau dengan syarat air untuk pengairan bisa didapatkan dengan mudah. Setelah tanahsiap untuk ditanami, maka dibuatlah lubang tanam menggunakan tugal.

Pembuatan lubang ini harus ditentukan sebelumnya berdasarkan jarak tanam yang sesuai keinginan petani serta pola tanam. pedoman pengaturan jarak tanam kacang lanjaran ialah 30 x 60 cm. Setiap lubang dimasukan 2-3 biji, kemudian lubang ditutup dengan tanah tipis-tipis (jangan terlalu ditekan supaya benih bisa bertumbuh ke atas tanah).



Gambar : agriculturproduct.blogspot.com

Sambil kita menunggu benihnya tumbuh dapat disiapkan lanjaran atau tongkat yang terbuat dari bambu atau kayu. Panjang lanjaran ini kira-kira 2 meter. Kacang panjang merupakan tanaman yang merambat dan membelit, sehingga mutlak diperlukan lanjaran (turus/tiang). Model turus ini bermacam-macam, ada yang berbentuk segitiga, berbentuk pagar, piramid segitiga, piramid segi epat dan sebagainya. Bisa juga diberi tali-temali antara lanjaran satu dnegan yang lainnya.

Biasanya bibit kacang panjang akan tumbuh setelah 4-5 hari, jika ada lubang yang bibitnya gak tumbuh sebaiknya segera diambil dan diganti dengan bibit yang baru.

Pada saat tanaman mencapai ketinggian 25 cm, tanaman biasanya akan membelit lanjaran. Jika tamanan merambat ketanah bisa kita Bantu dengan mengikatkan tali rafia agar pertumbuhannya merambat keatas tiang, atau sesuai dengan yang kita inginkan

Contoh-contoh lLanjaran/Tiang/Tirus tanaman merambat



Gambar : cybex.deptan.go.id

Pada lahan yang (sering) ditumbuhi rumput, sebaiknya dilakukan penyiangan/pemotongan/pencabutan. Rumput dan tanaman di sekeliling tanaman kacang panjang bisa mengganggu pertumbuhan, karena merebut gizi-gizi tanaman yang ada ditanah. Pda saat yang sama lakukan pemantauan terhadap munculnya hama dan penyakit.

Pengamatan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara menghitung populasi hama pada tanaman yaitu mengambil contoh pada petak-petak kecil di beberapa tempat secara acak, kemudian lakukan pengamatan terhadap tanaman yang ada dalam petak tersebut. Hal ini bisa menjadi petunjuk kapan tanaman perlu disemprot dengan pestisida.

# Pemupukan
Pamupukan ini juga salah satu hal penting, terlebih jika lahan yang digunakan untuk bercocok tanam merupakan tanah tandus atau tidak subur. Tanah tandus atau tidak subur perlu diberi pupuk kandang sebagai pupuk dasar sebanyak 10 ton perhektar, pemukuan diberikan sewaktu pengolahan tanah.

Selain pupuk kandang, bisa juga ditambahkan pupuk buatan, yakni KC1 125 kg per hektar, TSP 200 kg per hektar, dan Urea 50 Kg per hektar. Sebagai pupuk dasar, TSP dan KCI diberikan semua, sedangkan Urea hanya 2/3 bagian. Sisanya 1/3 digunakan sebagai pupuk tambahan saat tanamana berumur 3 minggu.

Pupuk diberikan dengan cara penugalan di kiri dan kanan tanaman pada jarak 10-15 cm untuk pupuk dasar, dan 20-30 cm untuk pupuk tambahan. pemupukan sebaiknya dilakukan saat tanaman tumbuh pesat.

Minggu, 08 Juli 2012

Budidaya Tomat buah

Tomat adalah salah satu buah yang sering digunakan untuk keperluan memasak atau konsumsi langsung. Ketika mulut terkena sariawan, banyak orang menggunakan buah tomat ini untuk membantu penyembuhannya. Apalagi membuat sup yang rasanya segar, kurang mantap tanpa adanya campuran potongan tomat di dalamnya. Jadi, tomat sangat berperan penting  bagi kita karena  manfaat dan fungsinya sangat penting bagi kesehatan kita.

Selain itu, tomat juga dapat menjadi salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan. Ada dua macam jenis tomat, yaitu tomat buah dan tomat sayur. Keduanya memiliki khasiat yang sama. Perbedaannya hanyalah pada bentuk dan ketebalan kulitnya.

Tomat buah mempunyai bentuk lonjong dan kulit yang lebih tebal sedangkan tomat sayur berbentuk bulat dengan ketebalan kulit yang lebih tipis. Tomat buah biasa dikonsumsi dengan cara dibuat jus maupun dimakan langsung sedangkan tomat sayur bisa dijadikan bahan pelengkap maupun campuran masakan.

Banyak program budidaya tomat yang mudah diikuti dengan modal yang ekonomis. Dengan begitu, tomat lagi-lagi telah membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat dari buah tomat di antaranya:
  •  Mengkonsumsi tomat buah secara teratur dapat menjadikan kulit wajah menjadi lebih halus dan lembut. Konsumsilah tomat buah dengan cara dijadikan jus atau dijadikan bahan pembuat masker alami. Tomat mengandung karoten dan vitamin C yang berguna sebagai zat antioksidan bagi tubuh.
  • Obat alami untuk sariawan atau gusi berdarah. Untuk pencegahan lebih baik konsumsi 1-2 buah tomat setiap harinya sedangkan untuk pengobatan sebaiknya konsumsi tomat yang banyak untuk penyembuhan lebih cepat.
  • Mengobati sembelit atau sulit buang air besar. anda yang kurang suka dengan rasa dan baunya, bisa mencampurkan gula putih agar terasa lebih manis.Jika tidak suka dengan rasa tomat setelah dibuat jus, campurkan jeruk lemon atau wortel untuk membuat rasa jus lebih nikmat dan segar.
  • Membantu melawan penyakit stroke dan jantung. Beberapa peneliti membuat kesimpulan bahwa cairan berwarna kuning yang terdapat di sekeliling biji tomat mengandung zat tertentu yang berkhasiat untuk mengobati penyakit stroke dan jantung
  • Mencegah kanker. Zat lycopene yang membuat tomat berwarna merah berkhasiat untuk mencegah penyakit kanker, terutama kanker perut. Mengkonsumsi tomat akan berakibat baik bagi pencernaan, itulah sebabnya tomat dapat mencegah penyakit kanker perut. Jika pencernaan baik maka kanker pun akan menjauh.
  • Menyembuhkan bisul. Cara untuk menyembuhkan bisul yang membuat sebal pemiliknya adalah dengan memanaskan daging serta kulit tomat, lalu taruh di atas bisul dalam keadaan masih panas. Diamkan hingga dingin lalu cuci. Lakukan cara ini berulang-ulang hingga bisul menjadi matang dan pecah sendiri.

Apa saja yang harus dilakukan sebagai langkah pertama dalam usaha budidaya tomat? Berikut urutannya:
  1. Syarat lahan untuk tumbuh, lakukan penanaman tomat di ketinggian 0-1250 mdpl, atur temperatur ideal antara 24-28 derajat celcius dan keasaman tanah sekitar 5,5-6,5.
  2. Gunakan lahan baru, bukan bekas tanaman dari famili yang sama seperti kentang. Buat bedengan berukuran tepat, dan campurkan pupuk kandang dengan merata di atas tanah.
  3. Pemeliharaan kebun tomat.Gunakan pupuk yang mengandung unsur hara makro seperti N, P, K, atau Ca dan Mg serta unsur hara mikro seperti Zn dan B. Gunakan pemasangan mulsa plastik berwarna hitam perak yang berguna untuk mengurangi fluktuasi tanah dan evaporasi serta erosi karena air hujan. Waspadai serangan hama dan penyakit tular tanah.
  4. Memasang turus agar tanaman dapat tumbuh tegak dan pertumbuhan tanaman dapat berjalan baik. Lakukan pemangkasan secara berkala untuk menjaga kualitas buah. Jangan lupa untuk menjaga pengairan terhadap tanaman karena buah tomat memerlukan banyak konsumsi air.
  5. Setelah semua tahap bisa dilewati, panen dapat dilakukan setelah tanaman berusia 3 bulan. Lakukan pemetikan sebelum buah jatuh ke tanah karena buah yang sudah jatuh biasanya tidak tahan lama.

Demikian artikel tentang budidaya tomat.ingin tau tentang artikel pertanian lain klik disini. Semoga Bermanfaat untuk anda :)

Jumat, 06 Juli 2012

Budidaya jamur tiram

Menekuni bisnis  budidaya jamur tiram memang sangat menguntungkan. Semakin tingginya permintaan pasar dan semakin pesatnya kuliner yang berbahan dasar jamur ditambah lagi mudahnya proses budidaya jamur tiram menjadi salah sebab mengapa jenis jamur ini lebih sering dibudidayakan masyarakat dibandingkan jenis jamur lainnya. Meskipun begitu, sampai hari ini ada sebuah kendala yang sering dihadapi para pemula dalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram ini. Yaitu faktor pemilihan lokasi budidaya yang sesuai dengan habitat hidup jamur tersebut.
Biasanya  jamur tiram akan tumbuh optimal sepanjang tahun bila lokasi budidayanya sesuai dengan habitat aslinya, yakni di kawasan pegunungan atau di daerah dataran dengan ketinggian antara 400-800 meter di atas permukaan air laut (mdpl), serta memiliki suhu udara sekitar 20-28°C dengan tingkat kelembapan sekitar 70% sampai 80%. Lalu bisakah jamur tiram dibudidayakan di daerah rendah dengan temparatur panas?

Bagi Anda yang berada di daerah dataran rendah khususnya di lingkungan yang cukup panas, kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Sebab ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati kondisi lingkungan di sekitar Anda. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, mari kita ulas bersama beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk membudidayakan jamur tiram di daerah panas.

1. Langkah mudah yang bisa Anda coba yaitu membuat bangunan kumbung jamur dengan sistem sirkulasi buka tutup. Yang dimaksud buka tutup disini adalah menutup sirkulasi kumbung jamur di siang hari agar kelembapan di dalamnya tetap terjaga, dan membukanya pada malam hari sehingga suhu ruangan di dalam kumbung jamur bisa lebih dingin.

2. Gunakan bahan atap yang tidak menyerap panas. Hal ini penting agar intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam kumbung jamur tidak berlebihan. Beberapa bahan yang bisa Anda gunakan sebagai atap kumbung jamur antara lain anyaman bambu,genteng,rumput ilalang dan anyaman daun kelapa.

3. Faktor kelembapan merupakan syarat pentig yang harus terpenuhi dalam budidaya jamur tiram, sebab kelembapan udara sangat berpengaruh pada pertumbuhan jamur. Untuk mengatasi hal ini.Anda bisa meletakkan beberapa tong/wadah air di dalam kumbung jamur untuk meningkatkan kelembapan ruangan.budidaya jamur tiram 200x149 Cara Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas

4. Karena lokasi budidaya jamur berada di daerah panas, maka usahakan untuk membuat bangunan kumbung di tempat yang teduh atau dekat dengan pepohonan. Selain itu hindari pula pembuatan pintu kumbung yang berada di arah matahari terbit atau terbenam, hal ini dilakukan untuk mencegah sinar matahari langsung masuk ke ruangan kumbun secara langsung.

5. lindungi sekitar lokasi kumbung dari sinar matahari langsung yang terlalu menyengat. Anda bisa melakukannya dengan cara menanam banyak pohon rindang (perdu) disekeliling kumbung jamur.

6. Untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam kumbung jamur tiram, usahakan tinggi bangunan kumbung dibuat lebih tinggi atau tidak kurang dari 4 meter.

7. Perhatikan rak penyimpanan baglog jamur yang dibuat. Bila di daerah dingin rak yang dibuat pada kumbung jamur bisa mencapai 5 tingkat, pastikan rak yang dibuat di daerah panas tidak lebih dari 3 tingkat.

8. Karena lokasi kumbung jamur berada di daerah panas, maka sebisa mungkin lakukan penyiraman lebih sering dibandingkan di daerah pegunungan. Penyiraman baglog jamur bisa Anda lakukan minimal 2 kali dalam sehari.

Cara dan peralan dalam membuat bibit jamur tiram.

Peralatan:

*Mixer
*Filler
*Boiler
*Grabuh
*Sekop
*Cangkul
*Botol
*Sendok
*Canting
*Bibit

Bahan:

*Serbuk gergaji
*Dedak atau bekatul
*Kapur(caco3)
*Gibs(caso4)
*Tepung jagung(biji-bijian)
*Glukosa
*Kantong plastik
*karet
*Kapas
*Cincin plastik

Proses atau tehnik budidaya jamur tiram

1.Persiapan.
   Dalam proses persiapan bahan-bahan yang harus di siapkan adalah serbuk gergaji
2Pengayakan.
    Proses pangayakan di lakukan karena serbuk gergaji mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik,hal ini mempengaruhi atau berakibat tingkat pertumbbuhan miselia kurang baik atau kurang rata,untuk mengatasi hal ini maka serbuk gergaji perlu di ayak dan ayakan yang dapat di gunakan adalah ayakan pasir.
3.Percampuran bahan
   Setelah bahan yang di perlukan telah di timbang lalu semua bahan di campur serbuk gergaji di siram air 50-60% atau saat kita kepal serbuk gergaji tidak mengeluarkan air.
4.Pengomposan.
   Pengomposan adalah proses pelapukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji dengan bahan-bahan lainya kemudian di tutup dengan plastik.
5.Pembungkusan atau pembuatan baglog.
   *Pembungkusan atau pembuatan baglog menggunakan plastik propilen ukuran sesuai dengan kebutuhan.
   *Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media tanam atau serbuk gergaji kedalam plastik kemudian di tumbuk dengan botol sapai padat atau anda dapat menggunakan filler(alat pemadat)lalu simpan.
 6.Sterilisasi.
     Sterelisasidi lakukan menggunakan alat steiliser hal ini bertujuan untuk mengatifkan mikroba,bakteri,kapangmaupun kamer yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur sterelisasi di lakukan  pada suhu 90-100 derajat celcius selama12 jam.
7.Inokosasi atau pemberian bibit.
  Inokosasi adalah kegiatan memasukkan bibit jamur kedalam media tanam (baglog)yang telah di sterelisasikan,baglog yang telah di tiriskan semalam di ambil lalu di isi atau di tanami bibit di atasnya dengan menggunakan sendok makan,masukkan cincin plastik lalu ikat dengan karet setelah itu tutup dengan kapas.
Bibit jamur yang baik:
*Varietas unggul.
*Umur bibit optimal 45-60 hari.
*Warna bibit merata dan tidak terkontaminasi.
8.Inkubasi.
  Inkubasi jamur tiram di  lakukan dengan cara menyimpan baglog di ruang inkubasi dengan kondisi tertentu hingga baglog berwarna putih merata 40-60 hari.
9.Panen.
 Panen jamur tiram dapat di lakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat optimal,atau 5 hari setelah tubuh calon jamur,hendaknya waktu panen di kukan pada pagi hari hal ini di lakukan agar menjaga kesegaran jamur.

Nah, dengan demikian Anda tidak perlu khawatir jika ingin mmbudidayakan jamur tiram tetapi daerah Anda merupakan daerah yang panas. Silahkan mencoba budidaya jamur tiram dimanapun Anda tinggal. Mulai dari skala kecil, sampai skala besar mulai dari sekarang! Semoga sukses.

Kamis, 05 Juli 2012

jahe merah

Jahe  merupakan salah satu komoditas ekspor rempah-rempah  Indonesia, disamping itu juga menjadi bahan baku obat tradisional maupun fitofarmaka, yang memberikan peranan cukup penting dalam penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa negara. Sebagai salah satu komoditas ekspor jahe dikemas berupa jahe segar, asinan (jahe putih besar), jahe kering (jahe putih besar, kecil dan jahe merah), maupun minyak atsiri dari jahe putih kecil (jahe emprit) dan jahe merah. Volume permintaannya terus meningkat seiring dengan permintaan produk jahe dunia serta makin berkembangnya industri makanan dan minuman di dalam negeri yang menggunakan bahan baku jahe. Pada tahun 2010, ekspor jahe Indonesia mencapai 32.807 ton dengan nilai nominal US $ 9.286.161. Tahun 2011 turun menjadi 7.470 ton dengan nilai US $ 3.930.317 karena mutu yang tidak memenuhi standar. Namun permintaan jahe mengalami peningkatan setiap tahun. Kondisi ini di Indonesia, direspon dengan makin berkembangnya areal penanaman dan munculnya berbagai produk jahe.

Untuk mencapai hasil yang optimal didalam budidaya jahe putih jahe putih kecil maupun jahe merah, selain menggunakan varietas unggul yang jelas asal usulnya perlu diperhatikan juga cara budidayanya.

Tahapan  budidaya jahe :

1. Persiapan lahan
Sebelum tanam dilakukan pengolahan tanah. Tanah diolah sedemikian rupa agar gembur dan dibersihkan dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam 30 cm, dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Untuk tanah dengan lapisan olah tipis, pengolahan tanahnya harus hati-hati disesuaikan dengan lapisan tanah tersebut dan jangan dicangkul atau digarpu terlalu dalam sehingga tercampur antara lapisan olah dengan lapisan tanah bawah, hal ini dapat mengakibatkan tanaman kurang subur tumbuhnya. Setelah tanah diolah dan digemburkan, dibuat bedengan searah lereng (untuk tanah yang miring), sistim guludan atau dengan sistim pris (parit). Pada bedengan atau guludan kemudian dibuat lubang tanam.

2. Jarak tanam
Benih jahe ditanam sedalam 5 - 7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman jahe putih besar yang dipanen tua adalah 80 cm x 40 cm atau 60 cm x 40 cm, jahe putih kecil dan jahe merah 60 cm x 40 cm.

3. Pemupukan
Pupuk kandang domba atau sapi yang sudah masak sebanyak 20 ton/ha, diberikan 2 - 4 minggu sebelum tanam. Sedangkan dosis pupuk buatan SP-36 300 - 400 kg/ha dan KCl 300 - 400 kg/ha, diberikan pada saat tanam. Pupuk urea diberikan 3 kali pada umur 1, 2 dan 3 bulan setelah tanam sebanyak 400 - 600 kg/ha, masing-masing 1/3 dosis setiap pemberian. Pada umur 4 bulan setelah tanam dapat pula diberikan pupuk kandang ke dua sebanyak 20 ton/ha.

4. Pemeliharaan
Pemeliharaan dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik,tahapan- pemeliharaan tanaman meliputi:

a. Penyiangan gulma
Sampai tanaman berumur 6 - 7 bulan banyak tumbuh gulma, sehingga penyiangan perlu dilakukan secara intensif secara bersih. Penyiangan setelah umur 4 bulan perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran yang dapat menyebabkan masuknya benih penyakit. Untuk mengurangi intensitas penyiangan bisa digunakan mulsa tebal dari jerami atau sekam.

b. Penyulaman
Menyulam tanaman yang tidak tumbuh dilakukan pada umur 1 – 1,5 bulan setelah tanam dengan memakai benih cadangan yang sudah diseleksi dan disemaikan.

c. Pembumbunan / pendangiran
Pembumbunan mulai dilakukan pada saat telah terbentuk rumpun dengan 4 - 5 anakan, agar rimpang selalu tertutup tanah. Selain itu, dengan dilakukan pembumbunan, drainase akan selalu terpelihara.

d. Pengendalian organisme pengganggu tanaman
Pengendalian hama penyakit dilakukan sesuai dengan keperluan. Penyakit utama pada jahe adalah busuk rimpang yang disebabkan oleh serangan bakteri layu (Ralstonia solanacearum). Sampai saat ini belum ada metode pengendalian yang memadai, kecuali dengan menerapkan tindakan-tindakan untuk mencegah masuknya benih penyakit, seperti penggunaan lahan sehat, penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (antibiotik), menghindari perlukaan (penggunaan abu sekam), pergiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat (sanitasi),kontrol kebun secara teratur.

Tanaman yang terserang layu bakteri segera dicabut dan dibakar untuk menghindari meluasnya serangan virus. Hama yang utama jahe adalah lalat rimpang Mimergralla coeruleifrons (Diptera, Micropezidae) dan Eumerus figurans (Diptera, Syrpidae), kutu perisai (Aspidiella hartii) yang menyerang rimpang mulai dari pertanaman dan menyebabkan penampilan rimpang kurang baik serta bercak daun yang disebabkan oleh cendawan (Phyllosticta sp.). Serangan penyakit ini apabila terjadi pada tanaman muda (sebelum 6 bulan) akan menyebabkan penurunan produksi yang cukup signifikan. Tindakan mencegah perluasan penyakit ini dengan menyemprotkan fungisida segera setelah terlihat ada serangan (diulang setiap minggu sekali), sanitasi tanaman sakit,kontrol secara teratur.

POLA TANAM
Untuk meningkatkan produktivitas lahan, jahe dapat ditumpangsarikan dengan tanaman pangan seperti kacang-kacangan dan tanaman sayuran, sesuai dengan kondisi lahan

Demikian tahapan menanam jahe merah,emoga bermanfaat untuk anda.

Senin, 02 Juli 2012

Strawbery organik

Secara kasat mata hasil Strawbery organik dengan strawbery lainya sangat berbeda,hal ini dapat di lihat dari warna ,strawbery organik memiliki warna merah teng,dan memiliki daya tahan 1 hari lebih lama dari strawbery dengan pupuk kimia. Menanam stroberi tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tapi bisa juga di lahan yang sempit dengan menggunakan polybag atau pot.

Budidaya tanaman stroberi organik, tidak hanya dijadikan sarana penyalur hobi, tetapi bisa dikembangkan dalam skala komersial, tentu dengan pengetahuan dan kemauan. Untuk itu perlu diketahui tentang persyaratan budidaya tanaman stroberi organik.

Syarat Tumbuh

Tanaman stroberi mempunyai kemampuan beradaptasi cukup luas dengan kondisi iklim sebagai berikut :

   1. Suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 C.
   2. Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.
   3. Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.
   4. Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.

Penyiapan wadah atau tempat tanam

Wadah atau tempat tanam yang biasa digunakan adalahpolybag.Polybag mempunyai banyak jenis dan variasi bentuknya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan polybag adalah ukurannya seimbang dan serasi dengan ukuran tanaman. Selain itu, polybag harus dapat menampung media tanam yang cukup agar perakaran tanaman tumbuh dengan leluasa. Ukuran idealpolybag  adalah berdiameter 15cm – 20 cm dan di beri lubang keci-kecil di bawahnya.

Penyiapan medium tanam

Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah :

a.   Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro dan pupuk kandang    dengan       perbandingan 2:1:1.

b.   Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan 1:1:1. c.   Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1.

d.   Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

e     Atau anda dapat memakai bogasi yang sudah jadi.

Pengisian medium tanam ke dalam polybag

Cara-cara pengisian medium tanam ke dalampolybag atau wadah tanam adalah :

a.   Siapkan alat dan bahan, terdiri atas polybag (wadah tanam), pasir,gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang lainnya.

b.   Masukkan selapis pasir ke dasar polybag.

c.   Masukkan medium tanam ke dalam polybag hingga hampir penuh.

d.   Siram medium tanam dalam polubag tersebut dengan air bersih hingga keadaan  mediumnya cukup basah.

Penyiapan bibit dan penanaman

Tata cara penanaman bibit  tanaman stroberi ke dalam pot adalah sebagai berikut:

a)      Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya cukup basah.

b)      Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara menyobek (menggunting) polybag.

c)      Buat lubang tanam dalam pplybag dengan cara menggali (mengambil) sebagian medium tanamnya.

d)     Tanamkan bibit tepat di tengah polybag pada posisi tegak, kemudian timbun bagian pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan secara pelan-pelan.

e)      Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah (lembab).

f)       Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7 – 15 hari agar tanaman segar kembali.

Pemeliharaan tanaman

a.   Penempatan polybag



Penempatan polybag harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal dan serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa tanaman harus mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis.

b.  Penyiraman

penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, yakni pagi dan sore. Hal ini untuk menjaga kelembaban media, sehingga unsur hara dalam tanah bisa diserap oleh akar secara maksimal.

c.   Penyiangan dan penggemburan medium tanam

gulma yang tumbuh pada permukaan pot harus segara dicabut, hal ini untuk menghindari saling berebut nutrisi dalam tanah dan juga meminimalisir terserangnya hama yang bersarang di gulma tersebut.

d.  Pemupukan 

seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran pupuk organik  sesuai dengan tingkat pertumbuhan tanaman.

e.  Pemangkasan

pemangkasan dilakukan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya. Hal ini untuk merangsang pembuahan dan juga untuk mengurangi serangan hama penyakit.

f.  Penggantian polybag dan medium tanam (repotting)

Penggantian polybag dilakukan bila media tanam dalam polybag sudah padat, akar sudah mulai ke permukaanpolybag dan pertumbuhan tanaman sudah mulai melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.

g.  Perlindungan tanaman

perlindungan  tanaman meliputi penggunaan bibit yg sehat, sterilisasi media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit, penyemprotan pupuk organik secara selektif sesuai anjuran.

Hama dan Penyakit Tanaman

a.   Kutu Daun (Chaetosiphon fraggaefolii)

b.   Tungau (Tetranychus sp. Dan Tarsonemus sp.)

c.   Ulat tanah (Agrotis segetum)

d.   Kumbang Penggerek Bunga (Anthonomus rubi) dan

kumbang penggerek akar (Otirhynchus rugosostriatus) dan kumbang batang (O. sulcatus).

e.   Kutu Putih (Pseudococcus sp.)

f.    Nematoda (Aphelenchoides atau A. ritzemabos)

g.   Penyakit Kapang Kelabu (Botrytis cinerea)

h.   Busuk Buah Matang

i.    Busuk Rizopus

j.    Empulur merah

k.   Embun Tepung

l.    Daun gosong

m.  Bercak Daun

n.  Busuk daun

o.  Layu vertisillium

p.  Virus

E.  Panen

Tanaman dari stolon dan anakan mulai berbunga ketika berumur60-70 hari setelah tanam, namun bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan bunga  dibiarkan tumbuh menjadi buah, masa pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun.





Ciri-ciri buah yang sudah bisa di panen adalah :

1.       buah sudah agak kenyal dan agak empuk;

2.       kulit buah didominasi warna merah  50 -75 % warna merah;

3.       buah berumur 2 minggu sejak pembungaan.

Bila anda tertarik membudidayakan Strawbery organik,tidak ada salahnya anda mencoba tips atau cara di atas,demi kesehatan anda selamat mencoba.